Showing posts with label infus. Show all posts
Showing posts with label infus. Show all posts
Tuesday, February 7, 2017
Epson L455 Printer Epson Dengan Mode Infus Original
Epson L455 Printer Epson Dengan Mode Infus Original

Sebuah printer saat ini sudah menjadi kebutuhan. Alat ini memegang peranan penting terutama di perkantoran, pabrik, sekolah, kampus dan instansi pemerintahan. Sementara ada beberapa perusahaan perangkat printer yang saat ini masih eksis
Read more »
Available link for download
Wednesday, January 25, 2017
Epson L800 Printer Foto Sistem Infus yang Original
Epson L800 Printer Foto Sistem Infus yang Original

Banyak orang yang mengotak-atik printer di pasaran dengan tambahan selang dan tabung tinta. Ink tank system atau biasa disebut sistem infus seperti itu tiada lain
untuk merekayasa agar ongkos cetak murah karena penggunaan tinta yang efisien.
Printer sistem infus inipun sudah jamak digunakan di berbagai kios cetak foto. Bahkan, kini mulai merambah pengguna pribadi. Banyak yang menawarkan jasa memasang infus termasuk isi ulang tintanya.
Sayangnya, iming-iming ongkos cetak yang murah seringkali harus dibayar kerepotan. Misalnya, tabung tinta yang terpisah dengan badan printer membuat perangkat tersebut sulit dipindah-pindahkan. Untuk melakukan isi ulang tinta juga sering membuat tinta tercecer di mana-mana. belum lagi masalah head printer yang macet karena tintanya tidak terjamin kualitasnya.
Tapi jangan khawatir, saat ini sudah ada printer foto dengan sistem infus yang original. Epson menjadi perusahaan pertama yang menyediakannya dengan merilis model Epson L800. Produk yang akan keluar ke pasar mulai awal Juni 2011 tersebut diperkenalkan kepada pers dan mitra bisnis di Bali, 14-16 Mei 2011.
"Bagi kami printer bukan hanya produk semata tapi sebagai tools yang membantu masyarakat Indonesia," kata Hirasaki Michiya, Presiden Direktur PT Epson Indonesia saat memperkenalkan L800 di depan pers, Sabtu (14/5/2011). Ia mengatakan, pihaknya merancang printer agar memiliki nilai (value) yang kuat seperti menyediakan ongkos cetak yang hemat dan tidak mudah rusak.
Epson L800 merupakan printer ketiga dengan sistem infus yang dirilis Epson ke pasar. Sebelumnya, L100 dan L200 yang ditujukan untuk mencetak dokumen telah lebih dulu dirilis Oktober 2010. Tak hanya itu, Epson satu-satunya produsen yang sudah merilis printer dengan sistem infus.
"Ini untuk pertama kalinya di dunia Epson meluncurkan photo printer dengan enam warna," kata M Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia. Bahkan, Indonesia menjadi negara pertama pemasaran printer tersebut. Menurut Husni, Indonesia menjadi contoh bagi negara lain karena dinilai sukses memasarkan printer sistem infus.
Dibanding sistem infus tambahan hasil rekayasa pihak ketiga, solusi yang ditawarkan Epson memang terintegrasi. Enam tabung tinta yang terdiri dari warna cyan, magenta, kuning, hitam, photo (light) cyan, photo (light) magenta, ditempatkan di kompartemen khusus yang mudah dibongkar pasang saat isi ulang atau akan dipindah ke tempat lain tanpa selang yang berseliweran.
"Instalasi pihak ketiga umumnya membuat ruangan kerja berantakan, tinta mudah bocor, hasil cetakan rendah, head buntu, sulit melakukan transportasi, dan tidak lagi berlaku garansi," kata Riswin Li, Product Marketing Manager PT Epson Indonesia.
Menurutnya, instalasi pihak ketiga seringkali dengan pemasangan selang tinta yang tidak pas sehingga membuat tinta sering bocor. Tinta palsu juga menghasilkan warna yang tidak sempurna karena sering mengandung gelembung-gelembung udara akibat proses penyuntikan ulang yang tidak benar. Kebuntuan di bagian head juga sering terjadi karena instalasi pihak ketiga biasanya dilakukan tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan sehingga mudah kemasukan debu.
Dengan teknologi Micro Piezo yang merupakan paten teknologi Epson, L800 diklaim akan menghasilkan kedalaman warna lebih akurat, detil, dan gradasi halus. Micro Piezo menggunkan perubahan arus listrik di head bukan panas seperti head printer pada umumnya bisa mencetak dengan resolusi 5760x1440 dpi dan bisa mengeluarkan tetas tinta dalam tiga ukuran berbeda. Paket tintanya bisa mencetak hingga 1800 lembar foto ukuran 4R, masing-masing dengan waktu hanya 13 detik. Soal ongkos cetak, satu botol tinta dijual 10,5 dollar AS sehingga satu foto 4R membutuhkan biaya sekitar Rp 350.
Riswin mengatakan, Epson L800 akan dijual dengan harga 272 dollar AS belum termasuk pajak. Target pasarnya adalah perusahaan menengah hingga besar. Tapi, perusahaan kecil, mahasiswa yang berhubungan dengan grafis cetak, dan keluarga juga menjadi target.
untuk merekayasa agar ongkos cetak murah karena penggunaan tinta yang efisien.
Printer sistem infus inipun sudah jamak digunakan di berbagai kios cetak foto. Bahkan, kini mulai merambah pengguna pribadi. Banyak yang menawarkan jasa memasang infus termasuk isi ulang tintanya.
Sayangnya, iming-iming ongkos cetak yang murah seringkali harus dibayar kerepotan. Misalnya, tabung tinta yang terpisah dengan badan printer membuat perangkat tersebut sulit dipindah-pindahkan. Untuk melakukan isi ulang tinta juga sering membuat tinta tercecer di mana-mana. belum lagi masalah head printer yang macet karena tintanya tidak terjamin kualitasnya.
Tapi jangan khawatir, saat ini sudah ada printer foto dengan sistem infus yang original. Epson menjadi perusahaan pertama yang menyediakannya dengan merilis model Epson L800. Produk yang akan keluar ke pasar mulai awal Juni 2011 tersebut diperkenalkan kepada pers dan mitra bisnis di Bali, 14-16 Mei 2011.
"Bagi kami printer bukan hanya produk semata tapi sebagai tools yang membantu masyarakat Indonesia," kata Hirasaki Michiya, Presiden Direktur PT Epson Indonesia saat memperkenalkan L800 di depan pers, Sabtu (14/5/2011). Ia mengatakan, pihaknya merancang printer agar memiliki nilai (value) yang kuat seperti menyediakan ongkos cetak yang hemat dan tidak mudah rusak.
Epson L800 merupakan printer ketiga dengan sistem infus yang dirilis Epson ke pasar. Sebelumnya, L100 dan L200 yang ditujukan untuk mencetak dokumen telah lebih dulu dirilis Oktober 2010. Tak hanya itu, Epson satu-satunya produsen yang sudah merilis printer dengan sistem infus.
"Ini untuk pertama kalinya di dunia Epson meluncurkan photo printer dengan enam warna," kata M Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia. Bahkan, Indonesia menjadi negara pertama pemasaran printer tersebut. Menurut Husni, Indonesia menjadi contoh bagi negara lain karena dinilai sukses memasarkan printer sistem infus.
Dibanding sistem infus tambahan hasil rekayasa pihak ketiga, solusi yang ditawarkan Epson memang terintegrasi. Enam tabung tinta yang terdiri dari warna cyan, magenta, kuning, hitam, photo (light) cyan, photo (light) magenta, ditempatkan di kompartemen khusus yang mudah dibongkar pasang saat isi ulang atau akan dipindah ke tempat lain tanpa selang yang berseliweran.
"Instalasi pihak ketiga umumnya membuat ruangan kerja berantakan, tinta mudah bocor, hasil cetakan rendah, head buntu, sulit melakukan transportasi, dan tidak lagi berlaku garansi," kata Riswin Li, Product Marketing Manager PT Epson Indonesia.
Menurutnya, instalasi pihak ketiga seringkali dengan pemasangan selang tinta yang tidak pas sehingga membuat tinta sering bocor. Tinta palsu juga menghasilkan warna yang tidak sempurna karena sering mengandung gelembung-gelembung udara akibat proses penyuntikan ulang yang tidak benar. Kebuntuan di bagian head juga sering terjadi karena instalasi pihak ketiga biasanya dilakukan tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan sehingga mudah kemasukan debu.
Dengan teknologi Micro Piezo yang merupakan paten teknologi Epson, L800 diklaim akan menghasilkan kedalaman warna lebih akurat, detil, dan gradasi halus. Micro Piezo menggunkan perubahan arus listrik di head bukan panas seperti head printer pada umumnya bisa mencetak dengan resolusi 5760x1440 dpi dan bisa mengeluarkan tetas tinta dalam tiga ukuran berbeda. Paket tintanya bisa mencetak hingga 1800 lembar foto ukuran 4R, masing-masing dengan waktu hanya 13 detik. Soal ongkos cetak, satu botol tinta dijual 10,5 dollar AS sehingga satu foto 4R membutuhkan biaya sekitar Rp 350.
Riswin mengatakan, Epson L800 akan dijual dengan harga 272 dollar AS belum termasuk pajak. Target pasarnya adalah perusahaan menengah hingga besar. Tapi, perusahaan kecil, mahasiswa yang berhubungan dengan grafis cetak, dan keluarga juga menjadi target.
Available link for download
Tuesday, January 10, 2017
Epson Rilis Empat Printer Infus untuk Kantor
Epson Rilis Empat Printer Infus untuk Kantor

Tak lama setelah merilis empat printer dengan sistem ink tank atau "tinta infus" September 2012 lalu, Epson kembali memperluas jajaran produk sejenis
dengan memperkenalkan empat printer dengan teknologi serupa.Produk-produk tersebut adalah Epson L355, L550, M100, dan M200. Berbeda dengan seri sebelumnya yang menyasar pelajar dan pengguna rumahan, keempat printer ini lebih ditujukan ditujukan untuk segmen Small Office Home Office (SOHO) dan korporat.
"Dengan produk-produk ini, diharapkan printer ink tank kami dapat masuk lebih dalam ke segmen office," ujar Product Marketing Manager PT Epson Indonesia Riswin Li dalam acara peluncuran di Bandung, Senin (25/2/2013).
Country Deputy Manager PT Epson Indonesia M. Husni Nurdin menambahkan bahwa pihaknya berharap keempat model yang baru diluncurkan ini dapat menyumbang kontribusi sebesar 10-15 persen terhadap total penjualan seri printer ink tank Epson.
"Pasaran inkjet indonesia pertumbuhannya bisa mencapai 10 persen per tahun, tahun 2013 ini diprediksi mencapai 2,4 juta unit dari semua merk," jeas Husni.
Epson L355 adalah printer ink tank all-in-one berwarna yang dilengkapi dengan fitur jaringan wireless. Epson L550 yang diposisikan setingkat diatasnya merupakan model multi-function printer (MFP) dengan faks, automatic document feeder, dan koneksi ethenet.
Epson M100 merupakan printer ink tank monokrom dengan tinta pigmen hitam, sementara saudaranya M200 yang jug printer ink tank monokrom dibekalidengan fitur faks, ADF, ethernet, WiFi, dan LCD 2,5 inci.
Epson L355 dan L550 masing-masing dibanderol Rp 2,5 juta dan Rp 2,95 juta. Adapun Epson M100 dan M200 masing-masing dihargai Rp 1,85 juta dan Rp 2,5 juta. Keempat printer dijadwalkan sudah mulai tersedia pada pameran Megabazaar Computer, 6-10 Maret mendatang.
"Harga printer-printer ini memang sekilas terlihat tinggi, tapi kalau sudah dihitung total cost of ownership (TCO) yang rendah berkat tinta ink tank, barulah terlihat betapa hematnya mereka," tandas Husni.
Available link for download
Saturday, October 8, 2016
Epson Orang Indonesia Doyan Infus
Epson Orang Indonesia Doyan Infus

Printer inkjet dengan sistem tinta ink tank atau "tinta infus" berkapasitas besar pertama kali diperkenalkan Epson di Indonesia melalui produk
L100 dan L200. Kedua printer itu memang didesain khusus untuk pasar Indonesia."Soalnya, di sini solusi ink tank atau yang biasa disebut sebagai tinta infus sangat mewabah di mana-mana," ujar Deputy Country Manager PT Epson Indonesia M. Husni Nurdin menerangkan alasannya.
Masyarakat Indonesia, menurut dia, membutuhkan solusi printing dengan cost per page yang murah. Dia menganalogikan hal ini dengan populernya layanan instant messaging BlackBerry Messenger di Tanah Air.
"Orang Indonesia bersedia membayar mahal, asalkan dapat operation cost alias biaya pakai murah atau gratis. Itu sah-sah saja karena masyarakat di negara maju pun begitu," ungkap Husni.
Dia memperkirakan, 70-80 persen market printer inkjet di Indonesia menginginkan tinta jeniscontinuous supply atau infus.
Ongkos Cetak Murah
Dibandingkan printer inkjet konvensional dengan sistem cartridge, seri printer ink tank Epson diklaim memiliki kelebihan besar dalam hal ongkos cetak per halaman yang murah.
Hal ini, antara lain, disebabkan oleh kapasitas botol tinta yang besar dibandingkan isi cartridge(mencapai 70 ml per botol) sehingga printer disebut bisa mencetak lebih banyak halaman sebelum harus diisi ulang. Ongkos cetak pun kemudian bisa ditekan.
"Seperti printer ink tank seri M100 dan M200, misalnya, ongkos cetak per halaman cuma Rp 35, jauh lebih rendah dibandingkan printer laser yang memakai toner third party sekalipun," ujar Husni.
Meski demikian, Husni mengaku printer ink tank ini tak mengancam kelangsungan seri produk printer laser dari Epson dikarenakan preferensi masing-masing pengguna yang berbeda.
"Epson sendiri kini telah memiliki 11 tipe printer ink tank. Karena itu kami berani mengklaim diri sebagai rajanya ink tank," tandasnya.
Available link for download
Subscribe to:
Posts (Atom)